Inovasi Mahasiswa KKN IST Annuqayah di Desa Banaresep Timur dengan membuat Produk “Kerupuk Siwalan”

 

Mahasiswa KKN IST Annuqayah terus berinovasi dalam Mengembangkan Potensi Daerah di Desa Banaresep Timur Kecamatan Lenteng dengan Membuat Produk Olahan dari buah siwalan yang dijadikan sebagai kerupuk. Inisiatif Mahasiswa didasari dari potensi di Desa Banaresep Timur yang mana wilayahnya banyak dipenuhi pohon siwalan dan masyarakat belum mampu mengolahnya dengan hanya dijual buahnya dengan harga murah 3000 rupiah per lima buah.

Melihat potensi di Desa Banaresep Timur, maka mahasiswa KKN IST Annuqayah memberikan edukasi tentang pengolahan buah siwalan menjadi sebuah produk olahan sebagai inovasi baru yang memiliki daya jual yang lebih  di pasaran dan dapat menguntungkan petani buah siwalan.

Kerupuk siwalan terbuat dari buah siwalan yang dihaluskan dan dicampurkan dengan rempah-rempah serta tepung menjadi satu adonan. Kukus adonan selama 3 jam hingga adonan matang, angkat kemudian dinginkan.Setelah dingin, iris tipis adonan kerupuk yang telah dikukus kemudian jemur di bawah terik matahari sampai benar-benar kering, Selanjutnya goreng kerupuk mentah sampai mengembang dan matang. Angkat kemudian tiriskan, kerupuk udang siap disajikan.

Menurut salah satu mahasiswa KKN “Dewi Itmainnah” bahwa pembuatan kerupuk siwalan bukan hanya sebagai variasi rasa kerupuk namun banyak khasiat yang terkandung didalamnya. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kandungan buah siwalan dapat mencegah resiko serangan jantung dan kanker.

Masyarakat Desa Banaresep Timur menyambut baik adanya inovasi mahasiswa KKN IST Annuqayah. Dengan mengetahui cara pembuatan kerupuk siwalan ini, diharapkan dapat menjadi inovasi produk baru yang dapat diproduksi dengan berkelanjutan dan lebih bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *